Rabu, 20 Februari 2008
Ketua BKPM Menggunakan Kampanye Hitam Untuk Mengusir Newmont
Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhamad Lutfi -- mantan menantu Menperin Hartarto (era Pak Harto) terlihat menggunakan black campaign atau kampanye hitam untuk mengusir Newmont dari Indonesia. Tentu saja keganjilan manuver Ketua BKPM ini patut diperhatikan oleh anggota DPR-RI. Pihak Newmont sendiri menanggapi isu terjadinya pelanggaran American Foreign Corrupt Practices Act (FCPA) -- seperti yang dituduhkan -- secara serius. Bukan tidak mungkin, akan melaporkan kelakuan Ketua BKPM tersebut kepada pihak yang berwajib dan kepada Presiden SBY.
Jumat, 15 Februari 2008
Mengapa Blok Natuna Diambil Alih Pemerintah ?
Soalnya pemerintah pun memerlukan komisi yang bisa digunakan untuk dana besar kampanye pencalonan Presiden/Wapres tahun 2009 nanti. Pemenangnya diperkirakan tidak jauh-jauh amat dari lingkaran dalam istana yang menggandeng Konglomerat BUMN China, yaitu China National Offshore Oil Corporation (CNOOC). ExxonMobil sudah ditendang jauh, karena enggan memberikan kangtow. Seharusnya rakyat dan DPR mengawasi lebih seksama bagaimana proses tender yang akan dilakukan Pertamina nanti.
Minggu, 10 Februari 2008
Kisah Naiknya Agus Martowardojo
Dulu, waktu Agus Martowardojo (yang sempat terseret skandal Merincorp) mau jadi Dirut Bank Mandiri, beliau harus menggusur ECW Neloe -- Dirut Bank Mandiri sebelumnya -- ke Kejakgung, lalu ke Cipinang (hingga saat ini). Kini, sewaktu Agus Martowardojo berkeinginan menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI), beliau juga menggusur Burhanudin Abdullah ke Komisi Pemberantasan Korusi (KPK). Apa Agus Martowardojo nggak takut hukum karma ya ? Meskipun beliau didukung oleh Ibu Negara dan Ibu Suri, mestinya beliau takut juga....
Selasa, 05 Februari 2008
Gunawan Jusuf Biang Kerok Kegaduhan BLBI ?
Ada kabar bahwa Gunawan Jusuf, konglomerat pemilik sekuritas Makindo yang gemar mengambilalih alih asset BPPN -- karena bersahabat dengan Putu Ary Suta -- ternyata merupakan biang kerok sekaligus sponsor kegaduhan seputar Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI). Sejumlah demontrasi yang melibatkan aktivis yang mengatasnamakan Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) dan juga aktivis LSM vokal, serta vokalis dari DPR, berhasil diapproach secara finansial. Lalu apa motivasinya ? Tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mengemplang kewajiban terhadap aset-aset yang diambil dari Salim Group. Sejumlah kreditur Jepang marah dan menyeretnya ke meja hijau. Kejakgung seharusnya tidak menutup mata kasus ini.
Langganan:
Postingan (Atom)